Tips Traveling saat Masa Pandemi

Halo, travelers! Bagaimana kabar kamu? Semoga baik-baik saja ya. Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kita harus selalu berhati-hati dan jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan. Apalagi penyebaran COVID-19 yang sangat rentan menginfeksi tubuh manusia dari yang kecil hingga dewasa saya berikan cara traveling saat masa pandemi.

Tips Traveling saat Masa Pandemi

Sudah 10 bulan lebih lamanya, kita melakukan self-quarantine agar menekan penyebaran virus. Kita mungkin merasa bosan dan muak harus terus berdiam diri di rumah. Terlebih, banyak oknum nakal yang tidak menerapkan self-quarantine maupun social distancing. Beberapa ada yang dengan santainya bepergian atau bahkan berkumpul bersama teman-teman.

 

Mungkin kita merasa iri dengan mereka yang masih bisa bepergian di kala pandemi. Selain itu, kita juga sudah merasa bosan dan ingin segera bepergian atau traveling. Namun, bisakah kita traveling di saat masa pandemi? Jika bisa, apa saja yang harus kita persiapkan dan kita lakukan? Yuk, simak pembahasan tips traveling saat masa pandemi di bawah ini.

 

  1. Pastikan kesehatan diri sebelum bepergian

Ini adalah kunci utama sebelum bepergian. Kita wajib memastikan diri sebelum melakukan perjalanan jauh. Bayangkan jika kita bepergian saat sedang sakit? Tentunya kita tidak akan menikmati perjalanannya. Selain itu, kita bisa saja menyebarkan virus ataupun penyakit kepada orang lain. Apalagi jika kita malah terkena virus COVID-19. Tentunya ini akan sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika seperti itu, maka kita diutamakan untuk melakukan self-quarantine atau menghubungi pihak berwajib.

  1. Melaksanakan protokol kesehatan

Apa saja protokol kesehatan itu?

  • Memakai masker. Bisa menggunakan masker sekali pakai atau masker kain asal dengan ketentuannya.
  • Tidak sembarangan menyentuh benda di tempat umum.
  • Menjaga jarak (Physical Distancing) minimal 1 meter untuk mencegah penyebaran atau penularan penyakit.
  • Membawa hand-sanitizer dengan kandungan alkohol 70%.
  • Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.
  1. Pastikan transportasi, tempat makan, atau tempat penginapan menerapkan protokol kesehatan

Selain diri sendiri, kita juga harus memastikan bahwa transportasi, tempat makan atau tempat penginapan menerapkan protokol kesehatan. Bayangkan jika transportasi atau tempat penginapan yang kita gunakan tidak menerapkan protokol kesehatan, kemungkinan besar kita bisa terpapar penyakit.

  1. Pastikan tujuan wisata kita tidak berada di zona merah atau zona dengan risiko tinggi

Ada banyak jenis tempat wisata di berbagai daerah. Namun, ada hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu memastikan tujuan wisata kita tidak berada di zona merah atau zona yang berisiko tinggi. Kenapa begitu? Karena daerah dengan zona merah artinya daerah tersebut memiliki risiko COVID-19 yang tinggi. Jadi, walaupun kita memaksakan diri untuk tetap berwisata di wilayah zona merah COVID-19, maka probabilitas kita terpapar COVID-19 sangatlah tinggi. Tentunya kita tidak mau hal itu terjadi pada diri kita maupun orang yang kita ajak berwisata.

  1. Melaksanakan isolasi mandiri

Setelah bepergian, maka diutamakan untuk melakukan isolasi mandiri setidaknya selama 14 hari. Mengapa demikian? Tentunya untuk menekan jumlah penyebaran penyakit. Jika kita memaksakan diri untuk tetap beraktivitas keluar rumah setelah pulang dari traveling, maka ada kemungkinan besar jumlah penyebaran penyakit, salah satunya COVID-19.

 

Apakah tips di atas mudah atau malah sulit? Jika sulit, maka pikirkan ulang kembali rencana bepergian keluar. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mencegah angka penyebaran COVID-19? Yuk, sama-sama jaga kesehatan dan pola hidup. Jangan cuma memikirkan ego diri sendiri untuk bersenang-senang tanpa memikirkan keadaan orang lain di luar sana.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua dan juga semoga kita selalu diberikan kesehatan yang berlimpah, Aamiin. See ya!